Kamis, 31 Oktober 2013
Zionis dibalik Bisnis MNC
Zionis di Balik Bisnis MNC
Kontes Miss World 2013 yang dipaksakan terselenggara di Indonesia oleh MNC Group bukan hanya melecehkan umat Islam tapi juga menghina kalangan ulama
yang tegas menolak ajang maksiat dari Barat itu dibawa masuk oleh segolongan kafir minoritas ke negeri mayoritas Muslim ini.
Dalam kontroversi penyelenggaraan Miss World yang akhirnya dibatasi hanya di Pulau Bali, ada fakta yang jarang diungkap dan kurang mendapatkan perhatian dari
masyarakat yang menolak digelarnya ajang tersebut di wilayah NKRI. Di antara juri yang menjadi penilai terhadap kontestan Miss Indonesia, ada seorang pria bernama Adam Chesnoff. Siapakah orang ini sesungguhnya? Apakah dia sekadar juri biasa yang lazim di hadirkan dalam kontes semacam itu, lalu apa hubungannya dengan MNC Group?
Banyak masyarakat belum mengetahui bahwa di jajaran Komisaris MNC Group terdapat seorang Yahudi, yaitu Adam Chesnoff yang cukup aktif mendukung aktivitas kaum Zionis di dalam maupun luar Israel . Pria kelahiran Yerusalem pada 1965 ini meraih gelar Sarjananya dari
Universitas Tel Aviv, Israel, pada 1991.
Sebelum menjabat Komisaris di MNC Group pada 2011, Chesnoff juga sempat menempati posisi Dewan Direksi dalam perusahaan telekomunikasi nasional di Israel, Bezeq, antara 2005 sampai 2010.
Kiprah Chesnoff dalam industri
telekomunikasi dan media massa tidak terpisahkan dari pengaruh sosok Haim Saban yang juga berdarah Yahudi dan merupakan penguasa group perusahaan Saban Capital Group. Sejak usia belasan
tahun, Saban sudah mengabdi untuk Israel Defense Force (IDF). Besarnya peran Saban di bidang politik menunjukkan kepentingan
dan komitmen dia untuk mempertahankan hubungan erat antara Amerika Serikat dengan Israel. Bersama istrinya, Saban mendirikan sebuah yayasan pada 1999 yang menggalang bantuan bagi American
Israel Education Foundation dan Friends of the Israel Defense Force, di mana dia menjadi anggota dewannya. Sepak terjang Saban untuk mempertahankan berdirinya
negara Israel sangatlah nyata. Dalam
sebuah konferensi di Israel, Saban
mengungkapkan siasatnya untuk
mempengaruhi kekuatan politik Amerika Serikat melalui 3 jurus, yaitu memberikan bantuan finansial bagi partai politik, mengadakan lembaga perumus kebijakan politik, dan mengendalikan media massa.
Sebagai orang binaan dan tangan kanan Saban inilah Adam Chesnoff ikut terlibat dalam aktivitas politik Zionisme dalam rangka membela kepentingan Israel atas penjajahan terhadap Palestina. Di situs resmi Friends of the Israel Defense Force,
tercatat nama Adam Chesnoff beserta
istrinya, Lissa Chesnoff, yang turut
mendampingi Haim Saban dalam kegiatan penggalangan dana. Berpadunya Adam Chesnoff dan Hary Tanoesoedibjo selaku penguasa jaringan media massa di
Indonesia merupakan persekutuan antara kaum kafir Yahudi dan kafir Nasrani untuk memperkuat pengaruh agama mereka di negeri Muslim terbesar di dunia ini.
Melalui firmanNya, Allah SWT telah memberikan peringatan bagi umat Islam agar mewaspadai persekutuan jahat semacam itu:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:
‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS al-Baqarah 120)
Kerusakan masyarakat terwujud saat kian banyak manusia di negeri ini menjadi sangat bergantung pada TV sebagai sarana hiburan utama. Tayangan berupa pertandingan olahraga, pentas budaya, dan
sinetron menjadi candu kesenangan
berskala nasional yang sulit bagi masyarakat awam untuk meniadakan peran dominan TVdi ruang keluarga. Resahnya wanita bila
terhalang untuk menikmati sinetron
favoritnya bisa disandingkan dengan
resahnya pria bila terhalang untuk
menikmati pertandingan sepakbola melalui TV. Umat Islam kurang menyadari fenomena kecanduan terhadap hiburan TV sebagai titik lemah yang memupuk sikap lengah.
Ketergantungan umat pada hiburan TV akhirnya dimanfaatkan para musuh Isla yang mendaur ulang candu itu menjadi bahan bakar untuk menjajah kaum Muslimin sendiri. Tanpa disadari, seorang
Muslim yang tidak mau meredam
ketergantungannya terhadap hiburan di TV bukan hanya menjadi bahan bakar bagi penjajahan ideologis atas dirinya sendiri,namun juga bagi penjajahan atas seluruh kaum Muslimin. Sikap lengah dan masa bodoh inilah yang membuat umat Islam makin tidak peduli antara satu sama lain.
Sedangkan sikap orang beriman seharusnya dilandasi kepedulian dia terhadap solidaritas sesama umat:
“Perumpamaan orang-orang mukmin
dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih
kesakitan maka sekujur badan akan
merasakan panas dan demam.” (HR
Muslim)
Memang tidak mudah bagi sebagian umat yang terlanjur larut dalam menikmati candu hiburan TV. Ketika harus ikhlas untuk tidak menikmati hiburan TV lagi, amat berat bagi
mereka untuk melepas itu karena
minimnya kepedulian terhadap umat
sebagai satu kesatuan tubuh. Alih-alih melepas candu itu dengan ikhlas, ada yang malah sibuk mencari alasan untuk pembenaran agar tetap bisa menikmati hiburan TV tanpa peduli nasib saudaranya.
Padahal tidak akan mati seorang Muslim hanya karena dirinya tidak bisa menikmati hiburan TV. Tetapi seorang Muslim bisa menimbulkan kematian bagi sesama kaum Muslimin akibat dijajah oleh para musuh Islam dengan persenjataan yang dibiayai dari hasil keuntungan industri hiburan dan televisi yang dia nikmati. Hindari dan hapuskan saluran RCTI, MNC TV, danwGlobal TV dari televisi Anda mulai sekarang.
Buktikan martabat Anda selaku Muslim yang tidak sudi tunduk dan dihinakan untuk menghamba kepada program tayangan dan candu hiburan dari jaringan TV tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar